Gw pernah nulis ini : "ANTARA SINETRON INDONESIA DAN FILM LUAR"

Gara2 baca postingan mba Ria tentang Halal/haram Software bajakan, Gw jadi inget tulisan lama Gw **Tahun 2007** di blog friendster Gw, tentang software open source. Dan Gak sengaja, Gw juga lihat ada tulisan Gw tentang Sinetron Indonesia, rasanya Gw jadi pengin repost tulisan itu sebagai kritik buat Sinetron Indonesia. Berikut tulisannya:

Malu memang terbesit di hati tiap masyarakat Indonesia, bila melihat karya sineis Indonesia kalah bersaing dengan karya – karya dari luar negri ( terutama dari negri paman sam ), di dalam negri sendiri. Mengapa hal ini bisa terjadi? Mungkin ini yang sering terbesit di hati, bukannya kita tidak cinta negri sendiri, tetapi apa daya, memang film – film kita terutama sinetronnya masih kalah jauh bila dibandingkan karya -karya luar.

Saya sebagai seorang penikmat (penonton) karya – kraya mereka dapat dengan mudah melihat kelemahan – kelemahan karya anak bangsa. Banyak film yang dibuat tidak berdasarkan fakta, dan terkadang sangat di luar logika (seakan – akan kita sedang bermimpi/berkhayal, bukan sedang menonton sebuah film). Beberapa contoh yang sangat mencolok adalah:

1.Monolog yang tak perlu
Memang didalam sebuah film, terkadang di perlukan sebuah monolog untuk membantu penonton memahami alur cerita, tetapi apakah perlu penonton mengetahui semua isi hati para pemain? Apakah perlu penonton di beritahukan kembali melalui monolog tentang kejadian yang telah terjadi dengan jelas? Ini yang terjadi dengan film – film (terutama sinetron) Indonesia.

Penonton yang sejatinya merupakan orang pertama atau orang ketiga dalam sebuah film, tidak mungkin mengetahui isi hati dari setiap pemain. Hanya Sutradara dan penulis naskah lah yang seharusnya mengetahui isi hati dari tiap pemain. Tetapi dalam film -film Indonesia, umumnya, penonton dapat mengetahui dengan jelas maksud hati dari tiap pemain, sehingga sangat mudah menerka apa yang akan terjadi selanjutnya. Penonton di perlakukan sebagai tuhan dalam (hampir) setiap sinetron indonesia. Mengapa demikian? Karena penonton mengetahui semua maksud hati pemain. Loh kenapa bisa begitu? Jelas saja bisa, karena setiap pemain pasti mengucapkan maksudnya secara lisan-monolog.

Selain masalah isi hati, monolog pada sinetron Indonesia juga sangat aneh, beberapa hari yang lalu saya menonton sinetron yang pemainnya selalu menyebutkan kejadian yang sebenarnya saya sudah tahu. Sebagai contoh, seorang pemain mengatkan: ‘Loh kemana kuda itu akan pergi? Apakah akan ke air terjun itu? Hai dia menembus air terjun itu.. kemana dia akan pergi ya? Aku harus mengikutinya sebelum air terjun itu menutup kembali’ padahal kejadian kuda itu jelas – jelas ditampilkan, dan saya tahu kuda itu masuk ke air terjun. Itu tidak lah seberapa, yang lebih mngejutkan, ketika pemain itu masuk ke air terjun, dan air terjunnya menghilang, kemudian berubah menjadi hutan yang lain, pemain itupun berkata: ‘aku dapat menembus air terjun ini? Loh air terjunnya menghilang, ini dimana? Mengapa hutannya berubah? Aku tak mengenal hutan ini’, saya dan teman saya langsung tertawa melihat kejadian itu. 5 menit yang terbuang percuma untuk monolog yang tidak perlu.

2.Penggunaan alat – alat penunjang yang tidak di persiapkan secara baik
Kadang kala, dalam sebuah film di perlukan alat -alat yang bila dalam ke adanya nyata memang seharunya ada, sebagai contoh: dalam rumah sakit, seorang pasien yang sekarat dan sulit bernapas memerlukan alat bantu pernapasan, serta alat monitor kehidupan. Tetapi dalam kehidupan nyata, alat – alat itu dinyalakan, sedangkan di sinetron yang pernah saya tonton, alat-alat itu tidak ada yang hidup. Alat bantu pernapasan (tabung oksigen) tidak menunjukan adanya udara yang keluar, jarum penunjuk takanannya menunjukan angka nol, dan alat monitor kehidupannya tidak hidup ( dalam keadaan mati).

Apakah mungkin si sutradara tidak menyadarinya? Ya mungkin saja, bila memang hal – hal kecil itu tidak dipersiapkan dengan baik. Memang penonton dapat mengerti maksud adaanya alat – alat itu, tapi bukan kah sebuah film harusnya mendekati kenyataan? Ini hanya contoh dari sekian banyak kejadian dalam sinetron Indonesia yang tidak memperhitungkan dan mempersiapkan alat -alat pembantu yang di gunakan.

3.kejadian – kejadian yang tidak masuk diakal
Mengapa saya katakan tidak masuk diakal? Karena ya memang bila dalam kehidupan nyata, kejadian – kejadian yang akan saya contohkan ini tidak mungkin dapat terjadi, kecuali kita sedang bermimpi atau berkhayal. Apa saja kejadian yang tidak masuk diakal itu? Contoh yang pertama: kemarin saya menonton sinetron, ketika seorang wanita lewat lorong / gang rumahnya yang kecil (kurang lebih lebarnya < 2m) tidak ada seorang pun di jalan itu. Tapi tidak kurang dari satu menit monolog ketika ia salah membawakan kolak untuk adiknya yang sudah tidak ada di rumah, tiba – tiba di belakangnya ada anak kecil yang sedang duduk lemas kelaparan dan meminta di beri makan. Aneh kan, darimana datangnya anak itu? Bila memang duduk aja dia lemas begitu, tak mungkin kan dia baru datang, dan sinetron itu bukan sinetron takhyul loh. Jadi si anak kecil itu bukan setan yang bisa tiba – tiba muncul.

Satu contoh lainnya, ketika seorang manusia secara tidak sengaja dikubur hidup – hidup, dari sore hingga magrib. Tahu – tahu ia bisa keluar sendiri dengan menggali tanahnya kembali dan dalam keadaan hidup. Pesulap pun butu trik penipuan untuk melakukannya, tapi bagai mana bisaa hansip biasa yang bego dapat melakukan hal itu? Sungguh tak masuk diakal.

Itu baru 3 dari kelemahan sinetron Indonesia, sebetulnya masih banyak lagi, tatapi saya belum bisa mengkategorikannya. Bukannya tidak suka sinetron Indonesia, dan bukan pula menjatuhkan sinetron – sinetron Indonesia, tapi hanya sebagai koreksi buat para keluarga besaar perfilman Indonesia. Tolong maafkan saya bila ada yang tersinggung :) Saya tidak dapat menyebutkan judul – judul sinetron diatas, karena selain takut dikatakan diskriminatif, saya lupa judul beberapa film nya :)

Tulisan ini dibuat di gandiwibowo.blog.friendster.com pada tanggal 21 september 2007, pukul  01:00 WIB (jam satu malam), kalo gak salah pas bulan Ramadhan.

Posted in Film, Opini Gw - Politik dan Masyarakat | Tagged , | 10 Comments

Algojo Ninja yang sadis

Rabu 9 Desember 2009, dikeheningan ruang kerja Gw **Maklum orang2nya lagi pada dinas luar kota** terbesit niat antara Gw dan senior Gw –m.yudhistira si Raindust- buat nonton film. Setelah berbulan-bulan **dari sebelom bulan Ramadhan** selalu gagal nonton bareng, akhirnya niat itu terlaksana juga. Sebuah film yang memang sudah kami tunggu-tunggu, “Ninja Assassin” menjadi pilihan utama dan satu-satunya, masa musti nonton New Moon beduaan ama cowok sih? Ogah bat..

Ninja Assassin udah lama kami tunggu semenjak trailernya muncul diranah maya, film yang bloody pasti penuh efek yang mencengangkan, itu yang terbesit sebelum nonton. Walau seorang senior Gw yang lain ada yang anti dengan film ini, karena tampang pemain utamanya si hujan.. eh rain yang kayak tampang anggota Boyband gak cocok buat jadi jagoan film silat.

Sekelebat kisah si Ninja

Ninja Assassin” adalah film yang mulai beredar di Indonesia sejak tanggal 26 November 2009 (Info dari www.imdb.com), memanfaatkan Rain dari fullhouse sebagai Raizo, si ninja pemberontak dari clan ozunu. Pemeran lainnya:

  • Naomie Harris … Mika
  • Shô Kosugi … Ozunu
  • Thorston Manderlay … Zabranski
  • Rick Yune … Takeshi

Ninja Assassin” memulai kisah tentang sekumpulan bocah terbuang yang dipungut seorang lelaki dan didik menjadi Ninja di perguruan terpencil. Lelaki itu, Ozunu namanya, mendidik dengan keras agar dan aturan disiplin yang ketat. Semua anak didiknya dipanggilnya sebagai anak, dan mereka dianggap bersaudara, dengan sebuah aturan bahwa yang berkhianat harus dihukum mati. Ozunu juga mengajarkan agar anak-anaknya tidak mengeluh dengan merasakan sakit yang diderita, oleh sebab itu, sejak kecil mereka harus menerima kekerasan darinya.

Diceritakan dalam perguruan itu, seorang bocah yang akhirnya diberi nama Raizo Oleh Ozunu, diculik dan dibesarkan untuk menjadi Ninja. Raizo sangat berbakat, hingga akhirnya besar dan dewasa menjadi Ninja yang jago. Di usianya yang mulai puber, Raizo jatuh hati **Hatinya jatoh berserakan Wakakakaka: Lebay** pada seorang saudarinya **Kan semua yg latihan di Clan Ozunu bersaudara**. Kiriko namanya, satu-satunya wanita di clan Ozunu yang diam-diam tetap memelihara hatinya agar tetap hidup menentang ajaran ayahnya, si Ozunu.

Ketika Kiriko mencoba untuk melarikan diri dari perguruan Ozunu, dia tertangkap dan dihukum mati. Raizo saat itu tidak berbuat apa-apa, cuma diam menonton si Kiriko ditusuk jantungnya oleh takeshi **Kalo gak salah :p**, tetapi diam-diam dia menyimpan dendam terhadap Ozunu yang memerintahkan agar Kiriko dibunuh.

Di tugas pertamanya sebagai clan Ozunu, Raizo diperintahkan untuk membunuh seseorang dan mengambil jam emas yang dikenakan orang itu untuk diserahkan kepada bapaknya. Tugas itu di selesaikan oleh Raizo dengan baik **Walau berantemnya sedikit aneh bagi Gw**, dan disaat Raizo akan menyerahkan jam itu kepada Ozunu, Raizo disuruh untuk membunuh seorang adik perempuannya **Mungkin anak wanita yang juga di culik oleh Ozunu** yang juga mencoba kabur seperti kiriko. Bukannya membunuh si adik perempuan, Raizo malah melukai Ozunu si ayah angkatnya dan membuat Bekas luka dimuka serta membutakan mata kiri Ozunu. Kontan saja, semua saudaranya yang ada disekeliling Ozunu menyerang Raizo, dan Raizo tertusuk banyak bintang-bintang **Khas Ninja** dan jatuh kesungai. Gak diceritain bagaimana dia bisa selamat, tapi ternyata Raizo selamat dari malapetaka itu.

Dilain pihak, seorang agen interpol, Mika Namanya, sedang menangani kasus pembantaian sekelompok mafia, hingga penyidikannya sampai ke sebuah laporan agen KGB yang menyatakan adanya organisasi algojo ninja yang dapat dibayar untuk melakukan pembantaian. Agen KGB itu telah meninggal, tetapi ia meninggalkan beragam bukti yang diperlukan Mika untuk mengusut kelompok itu. Penyidikan Mika yang sudah mulai terlalu dalam membuatnya menjadi target pembunuhan oleh kelompok Ninja itu.

Dihari eksekusi Mika, Raizo menolong Mika dari serangan para saudaranya. Mika yang sudah pernah melihat wajah Raizo dari rekaman CCTV peninggalan Agen KGB tadi, merasa bahwa si Raizo adalah salah satu anggota para algojo ninja, tetapi raizo berhasil meyakinkannya bahwa dia ada dipihak yang sama. Didalam pelariannya, Mika menghubungi temannya di Interpol si Zabranski **Kalo Gak salah** yang telah dia percaya untuk membahas kelanjutan penyidikannya. Mereka janjian bertemu, namun ternyata Raizo dijebak dan ditangkap.

Entah dimana **tempat rahasia**, raizo ditahan dalam kurungan terikat kaki tangan dan leher kedinding. Tetapi ternyata para Ninja dapat menemukan persembunyian itu, hingga akhirnya terjadi perkelahian yang membuat banyak jatuh korban, baik dari interpol maupun dari para ninja. Mika dan raizo dapat melarikan diri, tetapi Raizo Luka parah. Karena raizo tidak mau dibawa ke rumah sakit maka mereka menginap di Hotel eh Motel.. apalah pokoknya ada tal-tel-tal-telnya.

Mika yang sebelumnya telah diberikan alat pelacak kecil berbentuk pil, menyalakan alat itu agar Zabranski dapat menemukannya, tetapi ternyata para ninja lebih dulu menemukan mereka, namun Mika telah sembunyi duluan. Walhasil si raizo dibawa ke perguruan Ozunu dipuncak Gunung antah barantah untuk menerima hukuman oleh Ozunu si Ayah. Diluar dugaan, ternyata Mika memasukan alat sadap itu ke dalam perut si Raizo, sehingga tentara dapat dengan mudah menemukan pusat pelatihan ninja-ninja itu. Terjadi pertempuran sengit yang akhirnya dimenangkan oleh tentara dan semua ninja terbunuh, kecuali si Raizo tentunya. Dalam perang itu, Ozunupun berhasil dibunuh oleh Raizo.

Udah deh… ceritanya selesai :D

Kelebihan-Kekurangan Ninja Assassin dimata Gw

Ninja Assasin menggunakan efek kekerasan yang sadis, darah dimana-mana, tangan putus, kepala terbelah, kaki tertebas, dada tertusuk semuanya di tampilkan secara gamblang. Film ini jauh lebih sadis dari The Final Destination. Bagi yang ingin menikmati pertumpahan darah tanpa harus ada yang terluka, film ini Gw rekomendasiin buat ditonton.. Mantabs man.. sadis abis.

Sayangnya pengambilan gambar saaat berkelahi membuat kepala pusing, kalo film-film kungfu atau film-film berkelahi jaman dulu menggunakan kamera yang selalu bergerak saat berkelahi untuk menyembunyikan kelemahan aktornya yang gak bisa berkelahi. Oleh sebab itu Gw berpikiran mungkin si Rain ini gak bisa berantem, apa lagi ditambah tampang Boybandnya. Mungkin sebaiknya digunakan orang lain yang bisa berkelahi sebagai pemeran Raizo.

Makna, Hikmah dan pelajaran yang masih tersisa dari film sadis

Repot juga ngambil beberapa makna, hikmah atau pelajaran dari film ini. Soalnya dari awal nonton, Gw cuma mau menikmati perkelahian, darah dan efek-efeknya. Tetapi disela-sela itu, Gw rasa ajarannya si Ozunu bisa dicontoh **tapi jangan berlebihan**, Sakit hanya perasaan, kita harus bisa melupakan sakit, karena rasa sakit adalah kelemahan. Tapi setelah gw pikir2 sakit itu kan anugrah, sebuah alarm yang memberitahukan bahwa kita dalam bahaya, jadi gak boleh dengan begitunya dihilangkan saja. Coba bayangin, kalo kita gak ngerasa sakit, mungkin kita gak tahu kalo kepala kita butuh istirahat karena terlalu banyak berpikir, mungkin kita gak sadar kalo tangan kita terbakar. Ah… Sudah lah.. lupakan paragraf akhir ini… nikmati aja filmnya…

Posted in Film, Review | Tagged , | 10 Comments

2012 : Komersialisasi Kiamat

Sabtu 14 Nopember 2009, setelah dipaksa berpegel-pegel ria selama sekitar 15 – 30 menit buat ngantri beli tiket Cloudy yang ternyata kursinya cuma keisi kurang dari seperempat kapasitas **Masih gak terima dipaksa ngantri buat film yang udah gak unggulan**. Akhirnya Gw memutuskan untuk merebut sebuah kursi, di theater 3 margo city, dan berharap ada seseorang yang antri dibelakang Gw gak kebagian tiket **Anjrit kejam bangat ternyata Gw ya**. Begitulah ceritanya sampe akhirnya Gw megang kertas bertulis 2012, dan Rp. 25.000 **Awas aja kalo filmnya cuma kayak sinetron**.

Sedikit tentang 2012

2012 adalah film yang mulai beredar di Indonesia sejak tanggal 13 Nopember 2009 (Pantes aja rame, baru sehari keluar..), Pemeran lainnya:

  • John Cusack … Jackson Curtis
  • Amanda Peet … Kate Curtis
  • Chiwetel Ejiofor … Adrian Helmsley
  • Thandie Newton … Laura Wilson
  • Oliver Platt … Carl Anheuser

Kata orang-orang, film 2012 (Kalo di USA pake nama “Farewell atlantis”) adalah film yang mengisahkan terjadinya kiamat di tahun 2012 sesuai dengan kalender bangsa maya yang habis ditahun itu, tetapi sumpah Gw bingung dimana letak kiamatnya. Lalu ada juga yang bilang kalo film ini menggunakan kemungkinan-kemungkinan dan teori-teori ilmiah yang sangat mungkin terjadi, hingga bisa dilihat seperti kenyataan, tetapi bagi Gw, film ini gak masuk diakal. Ah… mungkin pandangan Gw tentang film ini Gw bahas nanti aja ya, sekarang Gw ceritain filmnya dulu aja.

Menurut film ini, peneliti di India menemukan bahwa cairan pada bumi bagian dalam semakin memanas karena adanya ledakan di matahari (flare) dengan ukuran yang sangat besar, melebihi ledakan yang biasanya terjadi. Dikatakan bahwa ledakan itu mengirim neutrino dalam jumlah yang berkali-kali lipat dari biasanya. Neutrino yang tak bermuatan, tak bermassa, dan dapat menembus materi itu secara tiba-tiba memberikan reaksi fisik terhadap materi lain. Dikatakan bahwa neutrino bermutasi menjadi partikel nukir jenis baru, kemudian membuat inti bumi memanas dan secara tiba-tiba berubah menjadi gelombang mikro.

Pemanasan inti bumi ini akan menyebabkan kutub magnetic bumi bergeser dari tempatnya semula, juga akan menyebabkan pergeseran lempeng-lempeng kerak bumi. Pergeseran lempeng bumi, akan menyebabkan gempa teknonik maha dahsyat yang bisa menenggelamkan benua, atau sebagian benua. Selain itu, juga akan terjadi gempa vulkanik, karena gunung-gunung berapi aktif akan memuntahkan laharnya yang kian memanas di dasar bumi. Bukan sekedar gunung berapi, tapi sebuah supervulcano (seperti Toba) akan meletus. Dengan pergerakan tanah dan isi bumi yang melimpah ke lautan, menyebabkan sebuah tekanan mendadak pada laut, dan menciptakan Tsunami maha dahsyat.

Melihat apa yang akan terjadi, presiden Amerika mengajak presiden-presiden didunia untuk membuat rencana penyelamatan peradaban dan kehidupan di bumi. Akhirnya, secara sembunyi-sembunyi, akan dibuat bahtera raksasa untuk menyelamatkan beberapa manusia, dan peradabannya. Biaya pembuatan bahtera itu tidak lah murah, sehingga mafia, milyuner, dan semua orang yang memiliki uang di undang untuk membeli tiket pesawat seharga 1 milyar dollar per-jiwa. Dengan dalih menjaga ketenangan masyarakat, orang-orang yang ingin buka mulut ke publik dibunuh.

Sepintar-pintarnya manusia memperkirakan pergerakan alam, ternyata blom mampu mengalahkan Tuhan sang pencipta alam, penentu aturan alam, dan penghancur alam. Perhitungan yang dibuat profesor Helmsley tidak sesuai kenyataan, perhitungannya terlalu lama. Bencana yang ditakutkan akan segera terjadi dalam beberapa hari, sedang bahtera belum selesai seluruhnya. Sehingga terjadilah kekacauan, banyak penumpang yang telah mendapat tiket ke bahtera tidak dijemput untuk masuk ke bahtera.

Keluarga Curtis yang sempat diberitahu oleh penyiar independen tentang bencana ini, berusaha untuk ikut ke bahtera itu **Sebelumnya, keluarga ini menganggap bahtera itu adalah pesawat luar angkasa**. Dengan bermodal peta letak bahtera dari penyiar tadi , keluarga curti berjuang pergi ke China, tempat bahtera dibuat. Di China, bahtera itu dibuat dengan berpura-pura membangun sebuah bendungan raksasa.

Gw rasa detail ceritanya Gak Gw perinci, ada banyak adegan-adegan drama yang **kata orang sebelah Gw** mengaharukan, juga adegan perjuangan melawan alam yang **lagi-lagi kata orang sebelah Gw** menegangkan, atau adegan percintaan yang **ini juga kata orang sebelah Gw** meghanyutkan. Kalo mo tahu cerita detailnya, bisa baca di blognya bootingskoblog.

Kelebihan-Kekurangan Bencana 2012

Cerita pada film ini bikin Gw kesel, latar belakangnya, atau permulaannya terlalu cepat, sesi pembahasan ilmiahnya sangat singkat gak sampe 10 menit. Sangkut paut sama bangsa mayanya juga diceritain singkat bangat, cuma bilang ada yang bunuh diri masal di kuil maya karena percaya adanya kiamat. Jadi jangan harap lu bakal dapet detail alasan-alasan ilmiah kiamat yg terjadi di 2012 versi film ini, atau kisah kalender bangsa maya yang dijadiin bahan promosi film ini. Semua isu itu gak muncul di film ini **Atau kelewat ma Gw :D . Kalo yang mau tahu panjang lebar tentang kalender maya, ledakan matahari, dan pembahasan tentang kiamat di tahun 2012 bisa baca di situs langitselatan.com. Sedangkan permasalahan neutrino bisa dibaca dari wikipedia.

Film ini sangat disangkut pautkan ke sebuah kalender bangsa maya, tetapi sayangnya kalender bangsa maya gak bilang bakal kiamat kok. Kalender bangsa maya yang di jadiin rujukan, merupakan kalender 5 digit bilangan basis 20 untuk lebih detail bisa baca di langitselatan.com. Kalo kalender yang kita pake sekarang merupakan kalender bilangan basis 10 dengan jumlah digit mengambang, dalam artian jumlah digitnya sesuai dengan digit efektif. Seandainya tanggalan kita di temukan oleh keturunan kita beribu tahun kemudian, dimana sempat ada masa yang memisahkan peradaban kita dan mereka, maka ada kemungkinan mereka akan menebak bahwa kiamat terjadi di tanggal 31-12-9999 karena gak ada digit lagi. Seperti itulah seharusnya kita memandang kalender maya. 21-12-2012 pada kalender gregorian yang kita pakai saat ini, merupakan tanggal 13.0.0.0.0 pada kalender Maya, karena bangsa maya berpatokan pada angka 13, maka diperkirakan oleh para ahli, ini akhir kalender maya. Jadi kalender maya itu cuma kayak ganti abad di kalender yang kita pake, isu ini sama ama isu milenium baru ditahun 2000 lalu.

Sebuah ledakan pada matahari yang dijadikan sebagai pemicu bencana pada 2012 di film inipun tidak mungkin terjadi, ulasan detailnya bisa baca di langitselatan.com. Partikel-partikel kecil radioaktif yang terpancarkan oleh ledakan 11 tahunan matahari itu akan segera tertangkal ole atmosfir bumi. Percaya lah bahwa Tuhan menciptakan bumi tidak dalam waktu singkat, bumi kita telah beradaptasi untuk mengatasi badai partikel matahari ini. Separah-parahnya badai matahari, hanya akan merusak satelit dan astronot diluar atmosfer bumi yang gak dalam area perlindungan radio akti, sedang di permukaan bumi, efek yang kerasa hanya matinya jaringan listrik karena kelebihan beban. Malah efek badai matahari itu terkadang akan tampak indah di daerah kutub, dengan munculnya aurora. Lagi pula Neutrino yang dikatakan memanaskan bumi karena telah termutasi menjadi partikel nuklir, blom pernah Gw denger. Penulis cerita cuma memanfaatkan neutrino sebagai partikel yang bisa menembus sampai inti bumi, sayangnya pada kenyataan neutrino tidak bermuatan, dan tidak bermasa sehingga tidak menimbulkan reaksi pada benda yang di lewatinya. Karena itulah penulis cerita menambahkan cerita tentang termutasinya partikel itu menjadi partikel nuklir jenis baru. Sedalam pengetahuan Gw yang masih cetek ini, proses perubahan partikel dari badai matahari lebih banyak terjadi karena tumburan pada atmosfir, jadi sekalipun benar neutrino termutasi, berarti partikel itu gak bakal bisa menembus sampe inti bumi, akan ternetralisir oleh udara, kerak, dan mantel bumi. Tetapi seandainya neutrino termutasi setelah sampai di inti bumi, kayaknya mustahil. Karena inti bumi terdiri dari unsur-unsur yang lebih stabil dibanding atmosfer. Masalah Neutrino bisa lu cari di wikipedia.

Terlepas dari sebab-sebab terjadinya bencana besar itu, film ini pun masih menyisakan banyak kejanggalan ilmiah. Beberapa diantaranya **Yang Gw ingat aja** :

  1. Gempa dengan retakan bumi yang terjadi selalu didahului dengan retakan bumi, baru goncangannya. Jelas ini gak mungkin, seharusnya goncangan terjadi lebih dulu, baru retakan terjadi.
  2. Ledakan supervulcano yang terjadi, seharusnya diawali dengan Gempa besar yang membuat orang gak bisa berdiri, karena desakan magma terhadap kerak bumi. Tetapi yang terjadi, malah si penyiar bisa berdiri tegak selama supervulcano meledak.
  3. Wedus Gembel atau awan panas akan turun dengan sangat cepat, sehingga sangat mustahil pesawat capung yang digunakan oleh keluarga curtis bisa mendahului awan itu.
  4. Wedus Gembel atau awan panas akan terus bergerak. Tapi difilm ini, awan panas berhenti menjalar.
  5. Ledakan supervulcano seharusnya menutup matahari berbulan-bulan. Ledakan gunung tambora yang hanya tergolong strato vulcano saja bisa membuat satu tahun tanpa musim panas. Tetapi di film ini, pada bulan januari cuaca sudah cerah.
  6. Ledakan satu supervulcano Toba, sudah bisa membuat dunia memasuki zaman es. Sedang di film ada 5 supervulcano di dunia yang meledak, tapi kok kayaknya gak ada perubahan suhu…
  7. Dan lain-lain… sayang Gw lama nulisnya, jadi banyak yang lupa..

Efek yang dipake di film ini gak bisa dibilang jelek, dan mungkin ini yang mau ditonjolkan oleh sutradara. Memendekan adegan penjelasan ilmiah, dan memperpanjang, memperbanyak serta melebih-lebihkan adegan bencana yang terjadi. Pokoknya lebay dah…

Makna, Hikmah dan pelajaran yang tersisa setelah 2012

Terlepas dari semua kontroversi ilmiah dan religius pada film ini, kita masih bisa mendapatkan pelajaran dari film ini. Kita disadarkan akan kelemahan dan kebutaan kita dalam hal merencanakan serta menerka-nerka kejadian alam yang sudah menjadi hak prerogratif Tuhan. Disaat tuhan berkehendak, maka tidak ada yang bisa menetangnya, bahkan sekedar menundanya satu haripun. Namun kita tidak boleh lepas dari Ikhtiar, berusaha. Walaupun kita menganggap bahwa kita sudah diujung harapan, tak lagi memiliki kemungkinan, kita harus tetap berusaha, karena tuhan sangat pintar mengatur rencana. Terbukti keluarga Curtis yang gak punya tiket masuk bahtera, dan terpisah jarak ribuan kilometer dari bahtera masih bisa naek bahtera. Tuhan terlalu sombong hingga tak mau dengan mudahnya membeberkan tujuanNya, jadi jangan segera mengambil kesimpulan apa maksud Tuhan.

Posted in Film, Review | Tagged , | 8 Comments

RAMALAN CUACA HARI INI : DILUAR HUJAN, TAPI DIDALEM GEDUNG CUMA BERAWAN DENGAN PELUANG BASO-BASO

Hari Sabtu itu, 14 Nopember 2009, Gw iseng liat-liat FB, komen sana-sini, chatting sana-sini, jalan-jalan ke blog orang dan mendapati ulasan kisah tentang sebuah film kartun, “Cloudy with a Chance of Meatballs”. Kata mereka film itu bagus, layak tonton, sarat makna tersirat, dan lain-lain yang menantang supaya Gw tonton. Iseng gak ada kegiatan, iseng kelebihan duit, iseng gak punya temen, akhirnya Gw buka tuh 21cineplex, juga nanya ma temen, dan akhirnya Gw temuin Bioskop di Margo City (Depok) masih nayangin film itu.

Males mikir lama, akhirnya Gw berangkat, berkendara metromini dan kereta serta sepasang kaki ciptaan Tuhan, Gw sampai di Margo City. Terkejut hati sewaktu kaki hendak melangkah masuk, menukar uang dengan karcis. Pintu Masuk adalah awal antrian… Hay..hay.. Gw kan mo nonton film yang udah lama tayang, masa sih masih ngantri? Usut punya usut, tanya punya tanya, cek punya cek, liat punya liat, ternyata eh ternyata, Gw dipaksa Antri bareng orang-orang yg mau nonton film 2012 yang baru 1 hari keluar. Aje gile… mantabs man, “Cloudy with a Chance of Meatballs” cuma ditonton 10-20 orang, tapi Gw musti ngantri setengah jam buat beli tiket. Dari pada Gw antri dengan sia-sia, akhirnya Gw juga beli tiket buat film 2012 biar ada minimal satu orang yang batal nonton 2012 gara-gara tiket abis >:). Ah.. sudah lah, begitu lah awal Gw mo nonton film ini, sekarang Gw mo bahas filmnya aja.

Sepintas lalu tentang Meatballs

Cloudy with a Chance of Meatballs” adalah film yang mulai beredar di Indonesia sejak tanggal 14 Oktober 2009 (Edan… udah sebulan keluar, Gw baru nonton). Film ini disuarakan oleh Bill Hader sebagai Flint Lockwood dan Anna Faris sebagai Sam sparks. Pemeran lainnya:

  • James Caan … Tim Lockwood (voice)
  • Andy Samberg … ‘Baby’ Brent (voice)
  • Bruce Campbell … Mayor Shelbourne (voice)
  • Mr. T … Earl Devereaux (voice)
  • Bobb’e J. Thompson … Cal Deveraux (voice)
  • Benjamin Bratt … Manny (voice)
  • Neil Patrick Harris … Steve (voice)

Cloudy with a Chance of Meatballs” berkisah tentang flint lockwood yang suka bereksperimen menemukan alat-alat yang bermanfaat untuk manusia. Ciptaan pertamanya, sebuah sepatu semprot yang gak perlu tali sepatu, dapat mengatasi kelemahan teman-temannya yang kesulitan memasang tali sepatu. Namun sayangnya, dia tidak memikirkan bagaimana caranya melepaskan sepatu itu saat tidak diperlukan, dan karena hal itu dia diperolok oleh kawan-kawannya.

Ditengah keterpurukannya atas kegagalan eksperimennya, sang ayah mencoba memberinya semangat baru. Namun sayang, ayahnya yang pemancing hanya bisa memberikan nasehat lewat khiasan hal-hal pemancingan yang tidak dimengerti flint. Beruntung lah flint memiliki seorang ibu yang mengerti bagaimana cara menyemangati seorang anak. Flint diberikan sebuah pakaian Jas Lab.

Dengan semangat baru, jas lab dan sepatu yang Gak pernah dilepasnya, juga sebuah gambar yg selalu menyemangatinya, flint mulai membuat eksperimen-eksperimen baru. Namun sayang disayang, lagi-lagi flint selalu menyisakan masalah untuk setiap penemuannya. Dia sudah menciptakan mobil terbang, penterjemah bahas monyet, dan lainnya. Hingga akhirnya flint berusaha membuat sebuah terobosan untuk membuat makanan dari air.

Sayang disayang, lagi-lagi flint melupakan satu hal dalam penemuanya. Kali ini dia lupa bahwa alat buatannya itu memerlukan energi yang cukup besar. Tanpa peduli hal lain, flint mencuri listrik dari sebuah tower di tengah kota. Dan lagi-lagi flint melupakan satu hal lagi, sepertinya dia memberi tenaga yang kelewat besar untuk alatnya, sehingga membuatnya terbang kemana-mana dan merusak acara pembukaan taman bermain yang dibangun oleh pak walikota. Taman bermain yang rencananya di buat untuk menggairahkan kembali perekonomian kota yang terpuruk itu pun harus hancur berantakan.

Ternyata flint tidak hanya menghancurkan harapan teman-teman di satu kotanya, tetapi dia juga menghancurkan harapan seorang reporter baru yang pertama kali di beri kesempatan meliput secara live, Sam, nama reporter wanita itu. Tak disangka, ditengah pertengkaran sam dan flint, terjadi sebuah hujan burger. Hujan burger itu ternyata tejadi karena peralatan flint berhasil membuat makanan dari air (awan), dan menjatuhkannya kebumi seperti hujan.

Penemuan Flint ini membuat walikota bersemangat, membentuk wisata hujan makanan di kotanya, dan untuk itu flint harus tetap membuat hujan makanan selama sebulan, sebagai alat promosi melalui laporan cuaca yang diliput ole Sam. Setiap hari Flint membuat hujan 3 kali, dengan menu sesuai permintaan warga kota. Bahkan Erl si polisi yang selalu mencurigai dan mengawasi flint pun di kabulkan permintaanya untuk membuat hujan eskrim sebagai hadiah ulang tahun anaknya.

Dengan segala permintaan yang bertubi-tubi, ditambah obsesi pak walikota untuk membuat dirinya terkenal, alat si flint di porsir, dipaksa terus bekerja. Hingga di saat pembukaan wisata hujan makanan di kota mereka, indikator bahaya milik flint mendakan bahwa alat itu sudah mulai membahayakan. Sebelum pembukaan, flint mengalami pertengkaran dengan ayahnya, karena ayahnya tidak mau menghadiri aca pembukaan. Ayahnya mengingatkan bahwa hujan makanan itu mungkin kurang baik, tetapi flint ngotot, karena ini adalah kali pertama eksperimen flint bermanfaat bagi orang banyak.

Saat pembukaan itu, flint diberi kesempatan memotong pita pembukaan. Flint telah diperingatkan oleh Sam, sang reporter, bahwa akan terjadi badai namun dia dicuekin. Sam yang tampak hanya sebagai seorang reporter biasa, ternyata juga memiliki otak yang pandai. Dia menutupinya karena dianggap aneh oleh teman-temannya di waktu kecil. Sebetulnya antara flint dan Sam terjadi kisah-kisah percintaan, sayangnya Gw gak tertarik, jadinya Gak Gw bahas disini :D .

Walhasil sebuah badai makanan, dengan ukuran yang besar-besar (Karena mutasi air jadi makanannya error) menerpa kota itu. Sesuai ramalan cuaca si Sam, badai ini akan menyerang seluruh dunia. Sebagai rasa tanggung jawab, flint pun membuat rencana menghentikan alatnya. Dia membuat virus yang bisa diinjeksi ke dalam alatnya dan mematikan alatnya. Sebetulnya alat itu masih bisa di hentikan dengan remote, tapi walikota udah merusak remote control-nya.

Tampaknya sangat mudah terbang keatas dan mengupload virus, sayangnya alat itu sudah tertutup makanan, menjadi baso raksasa terlebih makanannya sudah termutasi menjadi hidup. Flint mengalami tantangan yang banyak untuk mendekat ke alatnya, dan lebih parahnya flashdisk yang dibawanya terjatuh. Sehingga ayahnya flint yang gaptek, harus mentransfer filenya dari laboratoriumnya flint ke Handphone yang dibawa flint.

Saat flint berhasil mencapai alatnya, dan memasang Handphonenya, ternyata ayahnya salah upload. Sehingga flint terpaksa menggunakan cairan sepatu semprotnya. Disemprotkan ke lubang keluar makanan, karena cairan itu sangat lekat maka makanan gak bisa keluar dan alatnya meledak menghancurkan semua. Sayangnya flint gak bisa ikut naek mobil terbangnya dan turun kembali dibumi.

Edan… ini halaman kertas “letter” kedua… Musti buru2 ditutup nih. Setelah meledak terus teman2nya flint turun, adegan sedih, terus flint dianter tikus terbang **Hasil temuannya dia juga**, terus bapaknya seneng, gak bisa ngomong, dipasang alat penterjemah monyet, dan ngomong panjang lebar, BTW Gw suka adegan ini.. menyentuh abis. Dan filmnya pun selesai (Pas baris terakhir hal ke 2).

Kelebihan-Kekurangan Berawan

Sebelum memulai menonton film ini, Gw udah meyakinkan hati bahwa ini hanya sekedar film kartun dan diperuntukan untuk anak-anak. Maka Gw singkirkan kesalahan-kesalahan logika yang ada difilm ini, yang namanya film kartun kan dibuat untuk keluar dari batasan-batasan logika. Gw gak nonton yang 3D, jadi efeknya gak terlalu bagus, hanya seperti film-film kartun biasa saja.

Makna, Hikmah dan pelajaran Baso-baso

“Cloudy with a Chance of Meatballs” **kalo menurut Gw** mencoba memberikan semangat kepada setiap orang yang sedang merasa apa yang dilakukannya tidak pernah memberi arti bagi orang lain. Memberi semangat kepada mereka yang selalu dipinggirkan oleh orang banyak, bahwa mereka juga bisa memberikan sesuatu yang berarti bagi masyarakat.

Selain itu, film ini juga mengingatkan kita bahwa rasa kasih sayang tidak selalu bisa disampaikan dengan lugas. Terkadang sesuatu yang tampak seperti pertentangan terhadap apa yang kita pikirkan, katakan dan lakukan adalah wujud kasih sayang yang tak tersampaikan dengan jelas. Biasanya orang tua memang terkesan selalu melarang, menentang apa yang kita pikirkan, katakan dan lakukan, tapi percaya deh, itu adalah kasih sayang mereka.

Posted in Film, Review | Tagged , | 5 Comments

Charlie berpesan: Letakan bunga di makam Algernon

Masih dalam rangkaian long week-end terpanjang Gw, selain “Rosid & Delia” Gw juga beli Novel Fiksi “Charlie : Si Jenius Dungu” karangan Daniel Keyes. Judul asli dari novel itu “Flowers for Algernon”, sangat beda dengan judul versi Indonesianya. Setelah membaca sekitar 450+ halaman dalam bahasa Indonesia, akhirnya Gw temuin sebuah kalimat di Novel itu yang berhubungan dengan bunga, algernon, dan charlie. Dalam rangkaian laporan kemajuannya **Dah jangan tanya laporan apa ini, nanti Gw jelasin kok**, Charlie mengakhiri dengan sebuah pesan:
PS. Tolong jika kau sempat letakkan bunga diatas makam Algernon di halaman belakang.

Sebetulnya Gw udah lama mau beli ini Novel, dah masuk daftar keinginan di akun Bukukita Gw, cuma entah kenapa gak kebeli juga. Sampe akhirnya sewaktu Gw jalan ke Gramedia Depok, Gw liat buku itu, dan **Gak tau, kayaknya Gw dah kalap** langsung Gw beli. Dihari itu Gw beli 3 novel, 2 Fiksi Ilmiah dan satu **kata orang sih** komedi. Yang komedi “Rosid & Delia” udah selesai gw baca dan dah Gw bikin resensinya, sekarang giliran novelnya Daniel Keyes ini yang mo Gw bikin resensinya.

Tentang Charlie: Si Jenius Dungu menurut Gw yang juga Gak pintar
Novel ini mengambil sudut pandang sebagai orang pertama, yaitu Charlie. Seorang manusia terbelakang mental yang punya keinginan keras menjadi pintar, walau harus menjadi kelinci percobaan peningkatan kemampuan otak. Dalam rangka percobaan itu, Charlie diharuskan membuat sebuah catatan yang kemudian disebut laporan kemajuan, tentang segala hal yang dialami, dirasakan, dan dimimpikannya. Novel ini, secara keseluruhan merupakan catatan si Charlie, mulai dari dia masih terbelakang sampai menjadi super jenius hingga akhirnya kembali jadi terbelakang **Gile.. langsung Gw kasih tahu akhir ceritanya**. Perubahan kecerdasan Charlie bisa dilihat dari caranya menulis, ejaan yang digunakan, dan pemilihan kata-katanya. Jangan salah paham kalo diawal-awal dan akhir novel akan ditemukan kata-kata tak terbaca. Itu bukan salah ketik atau salah cetak, tapi emang begitu Charlie siDungu menulisnya.

Charlie, manusia terbelakang yang terbuang dari keluarganya, kini bekerja di pabrik roti **Usianya sekarang 30an**, memiliki IQ 68 tetapi memiliki keinginan yang sangat kuat untuk menjadi pintar. Dia mengikuti operasi yang dilakukan sebuah universitas yang sedang melakukan riset tentang peningkatan kecerdasan manusia melalui penyuntikan hormon ke area-area di otak. Operasi yang dilakukannya telah diujikan ke seekor tikus bernama Algernon, yang hasilnya cukup menakjubkan. Setelah Operasi dilakukan, peningkatan kecerdasan Charlie pun sangat signifikan, dari IQ 68 dan terus meningkat sampai lebih dari 185. sayangnya didalam otak yang terus meningkat kecerdasannya secara pesat itu, terdapat seorang bocah dengan tingkat emosional yang masih labil.

Selama membaca novel ini, perasaan, sudut pandang, hingga pemahaman kita akan kehidupan secara psikologis akan dipermainkan. Kita diajak berpikir sebagai seorang terbelakang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain dan tak pernah berburuk sangka, serta selalu menghargai, menghormati dan mengagumi orang lain, karena kesadarannya bahwa orang lain jauh lebih pintar dari dirinya. Lalu kita akan diajak berkelana menjadi seorang jenius yang sadar bahwa dewa-dewa pintar yang dulu dikaguminya ternyata hanya seorang manusia yang tidak memanfaatkan seluruh otaknya, yang tidak murni berpikir untuk orang lain, yang masih mementingkan diri sendiri, yang ternyata semuanya palsu.

Ingatan-ingatan masa lalu Charlie, yang selama ini terpendam di otak bawah sadarnya, sedikit demi sedikit mulai terkuak. Tampil dimimpi dan lamunannya, bagai potongan-potongan film, sangat nyata. Melalui potongan-potongan ingatan itu lah kita di ajak untuk memahami pola pikir seorang yang terbelakang mentalnya. Melalui potongan-potongan ingatan itu juga si Charlie memahami betapa bodohnya ia dulu, terlalu polos hingga tak sadar bahwa telah dipermainkan, telah dihina, telah ditelantarkan, telah dicampakan. Pemahaman yang mulai timbul itu telah membuat charlie memandang curiga pada setiap orang. Kecurigaan, kepandaian dan **mungkin juga** kesombongan Si Jenius Charlie membuatnya dijauhi oleh orang-orang disekitarnya.

Ditengah-tengah perjuangan Charlie untuk memahami dunia, orang sekitar, keluarga dan juga dirinya sendiri, ada sebuah kenyataan yang membuatnya khawatir. Si Algernon, tikus putih yang juga mengikuti operasi yang sama yang diikutinya mengalami penurunan kecerdasan secara drastis hingga akhirnya mengalami penyusutan volume otak dan mati. Sadar akan nasibnya, Charlie berusaha memecahkan masalah itu, dia bergabung ke riset di universitas itu, tetapi bukan lagi sekedar sebagai objek percobaan, tetapi sebagai peneliti juga. Hingga akhirnya ditanggal 26 Agustus dia menemukan sebuah teori kesalahan pada operasi yang telah dilakukan, dia menamakannya sebagai “efek Algernon-Gordon” yang secara singkat bisa dijelaskan:
Rangsangan buatan pada kecerdasan memburuk pada kecepatan waktu berbanding langsung dengan jumlah peningkatannya” **Maksudnya berbanding lurus kali ya?**

Dalam proses penurunan kecerdasan, Charlie menjadi seorang yang jauh lebih sensitif perasaannya. Dia lebih senang menyendiri dibanding ditemani orang lain. Tetapi dia terus berusaha menulis laporan kemajuannya. Penurunan kecerdasan Charlie juga tampak pada tulisannya, pemilihan kata-kata, serta pengejaannya kembali seperti Charlie Dungu. Di saat Charlie merasa sudah tak mungkin memiliki kesadaran, dia menulis sebuah laporan terakhir, kemudian dia pergi ke panti waren **Kalo di Indonesia namanya RSJ**. Sebuah pesan terakhir yang ditulisnya untuk nona Kanian, Gurunya yang sekaligus menjadi kekasihnya adalah:
PS. Tolong jika kau sempat letakkan bunga diatas makam Algernon di halaman belakang.

Menurut Gw nih novel patut dibaca deh… Dan kali ini gw gak mau menuliskan hikmah yang Gw dapet dari novel ini, soalnya Cape :D Gw dah ngantuk… Jam 3 lewat nih. Udah ya… baca aja novelnya :D

Posted in Buku, Review | Tagged , | 2 Comments

Rosid & Delia

“Senin Libur… Asyik” awal yang terucap dari hati dan mulut Gw, begitu ngeliat tanggal 20 Juli diwarnai merah. Rencana jalan-jalan ke karimunjawa bareng bang yudiz terbesit, sayang seribu sayang, penentu nasib bukan bukanlah manusia. Rencana besar itupun gagal, tetapi bukan Gandi kalo gak buru-buru cari rencana lain. Mulai dari ketemu temen sampe kondanganpun disusun rapi, dan lagi-lagi… penentu nasib itu Tuhan. Gw cuma bisa rencanain, dan Dia yang mutusin **Big Bos nih kalo di Kantor**. Walhasil Long weekEnd kemaren pun jadi long weekEnd terpanjang dalam hidup Gw, cuma duduk, tidur, bangun, baca, makan, minum, shalat, tidur, tidur, tidur.. **Semua dilakuin didalem kamar Kosan Gw**

Gak mau waktu terbuang percuma, pada minggu malem Gw jalan ke Gramedia Depok, mencoba mencari bahan bacaan pelepas kebosanan. Tergeletak di rak tingkat ke 2 dari bawah, cover “The Da Peci Code” memanggil-manggil nama Gw, begitu Gw tengok, ternyata terpajang satu lagi novel karya Ben Sohib. “Rosid & Delia” begitu yang tertulis di covernya, sebuah gambar sepasang pengantin menjadi penghias. Karena Gw kenal sipengantin cowok **Rosid dari novel “The Da Peci Code”, dan pengantin ceweknya juga cakep **Gak nyambung nih** jadi lah Gw beli tu buku.

Lagi-lagi… kali ini gw pengin Sedikit ngereview tuh buku. Gini nih:

Review Gw tentang novel “Rosid & Delia”
Novel “Rosid & Delia” karangan Ben sohib, mengalami percetakan pertamanya pada November 2008. Novel ini merupakan kelajutan dari novel karya Ben Sohib lainnya berjudul “The Da Peci Code” yang kalo Gw liat dicover terbarunya, tertulis “Akan Di pilemkan” gak tau beneran atau gak. Masih mengusik pemahaman masyarakat akan agama **terutama Islam**, Ben Sohib mencoba menguak kisah cinta antara Rosid dan Delia yang berbeda agama.

Dalam Novel kali ini, dikisahkan bagaimana si Mansur **Abahnya Rosid** meminta bantuan Rosyidah, adeknya sendiri, untuk memutuskan hubungan antar agama yang lagi dijalanin sama anaknya. Berbagai cara ditempuh mansur, dan lagi-lagi gak terlepas dari kepercayaan akan “Orang pintar”, yaitu dengan menggunakan perantara minyak “Bul Jabal Bul”. Juga sampai memepertemukan Rosid dengan putri seorang temannya dengan maksud mengikat tali jodoh antara Nabila **Nama anak temennya Mansur** dengan Rosid. Semua usaha dari mansur itu seakan tampak berhasil, tapi ternyata kurang dari sehari tanda-tanda keberhasilan itu, munculah kenyataan pahit yang menyatakan kebalikannya. SI “orang pintar” ternyata penipu, dan si Nabila ternyata juga sudah punya cowok, yang dijalanin secara diam-diam **Backstreet gitu deh**.

Usaha Ben Sohib menyajikan kisah serius kedalam banyolan-banyolan ringan kurang sukses di karya keduanya ini **Paling gak ini menurut Gw**. Ditambah lagi perubahan gaya penuturan yang sudah mulai menggunakan kata-kata puitis, bahasa/istilah arab, hingga dialog monolog atau “kata Hati” karakter2 dalam novelnya telah membuyarkan keinginan kesan lucu.

Dan lagi-lagi, kisah ini ditutup dengan mengambang, seakan2 dipaksakan. Kalo pada novel pertamanya, kisah ditutup dengan kedatangan pihak ketiga yang dipercaya **Kayak Certificate Authority istilahnya Wkakakakaa kerjaan dibawa-bawa** sehingga memberikan jalan keluar, Kali ini kisah ditutup dengan mengambang. Dimata Gw, tampak kalo si Ben Sohib gak berani mengambil resiko untuk menutup kisahnya dengan pemikiran liberalnya. Mungkin dia pikir, masyarakat kita belum terlalu bertenggang rasa dan terbuka untuk menerima pemikiran-pemikiran radikal yang berbeda dari pemahaman2 yang sudah ada dihati mereka, tapi hal ini membuat gantung cerita. Niat pindah agama si Delia gak diceritain apakah terlaksana atau gak, mungkin Ben Sohib takut menyinggung kaum nasrani**.

Udah deh.. kalo mo tahu detailnya, beli aja bukunya.

Posted in Buku, Review | Tagged , | 7 Comments

The Da Peci Code

Minggu, 28 Juni 2009, hari kedua pembukaan monas sampe malam hari untuk tahun ini (2009). Segala niat terucap dari beberapa hari sebelumnya, saat Gw melihat iklan itu di detik.com, segala angan, mimpi dan rasa rindu melihat suasana bintang tanah berkelip dimalam gulita semakin menggelora memaksa jiwa bertitah menghadirinya. **Ah.. Gini dah kalo mulai lebay, mana ada seorang apatis bisa puitis? Wakakakak**

Yang pasti, kali ini Gw mo kasih review sebuah Novel karya Ben Sohib yang judulnya sama ama postingan kali ini: “The Da Peci Code: Misteri tak berbahaya dibalik tradisi berpeci”. Hehehehe kliatan kan kalo paragraf pertama itu kayak paragraf yang dipaksa? Kagak nyambung ya? Tenang…tenang.. semua kejadian ada sebab musabab sampe muncul akibat, cuma kadang kita aja yang belom tahu. Gw cuma lagi kebawa suasana hati setelah baca Novel keduanya Ben Sohib yang judulnya “Rosid & Delia” sambungan dari novel yang pertama Gw sebut. Di Novel keduanya, Bensohib **kayaknya** udah ngalamin perubahan, dia lebih banyak bermain kata-kata, mencoba mempuitisisasi **ada gak ya istilah ini** segala suasana di Novelnya. Buat postingan kali ini Gw cuma mo Bahas Novel pertamanya, sedang “Rosid & Delia” Gw bakal coba bikin resensinya di postingan lain.

Di tanggal yang tadi Gw sebutin, di awal postingan, yaitu 28 Juni 2009, sebelum Gw ke monas buat naek keatasnya malem2, Gw pergi ke Pesta Buku. Disana Gw liat Novel “The Da Peci Code”, sebetulnya Gw blom pernah tahu tuh Novel atau pun pengarangnya, padahal dah terbit dari tahun 2006, nah yang Gw beli itu dah cetakan ke 8. Cover yang menggelitik dan Judul yang nyeleneh bikin Gw ngebayangin sebuah Novel ringan yang kocak, ternyata ujung2nya tuh Novel jadi berat, soalnya ketindih batu bata 2 truk **HALAH**. Maksud Gw, ternyata pembahasan Novelnya butuh pemikiran, hati lapang, dan jiwa ikhlas **juga beriman dan bertaqwa**. Novel ini mencoba mengoreksi sebuah pemahaman di masyarakat kita, akan kebudayaan dan agama, dengan mencoba mengangkat kebudayaan berpeci putih sebagai samplenya.

Tiga paragraf kayaknya cukup buat pembahasan ngawurnya, Gw coba bikin resensi tentang Novelnya deh, tapi janji jangan diketawaain, dihina, atau dicacimaki, kecuali lu pada tulis komen di bawah postingan ini, terus ngasih tau Gw: apa-apa aja yang “lucu”, “jelek”, atau “aneh” dari resensi Gw ini **Buat intropeksi gitu dah ceritanya**.

Review Gw tentang novel “The Da Peci Code: Misteri tak berbahaya dibalik tradisi berpeci”
Novel “The Da Peci Code: Misteri tak berbahaya dibalik tradisi berpeci” karangan Ben sohib, mengalami percetakan pertamanya pada September 2006. Mengambil contoh cerita dari sebuah kepercayaan bahwa peci putih itu sebuah hal yang sakral dalam agama Islam, novel ini mencoba untuk mengangkat, mempertanyakan, dan **Mungkin** mengkritiki dan menyarankan sebuah permasalahan antara keagamaan dan kebudayaan. ***GILA Gw nulis sok resmi gini, Wakakakakak***

Seorang anak, Rosid Namanya, menentang abahnya **Si Mansur**. Dia nggak mau mencukur rambut keribonya hanya karena sebuah kewajiban mengenakan peci berwarna putih dalam setiap pertemuan marga Al-Gibran dan acara-acara keagamaan lainnya **termasuk shalat**. Al-Gibran merupakan marga keluarga si Rosid, yang entah ada hubungannya dengan Khalil Gibran atau nggak. Dalam perjalanan pertentangan keduanya, terdapat banyak cerita yang terkadang menggelitik pemahaman kita. Diperlukan kearifan dalam memahami setiap kisah yang diangkat si penulis. **Kalo Gw saranin, tinggalin dulu tuh tempurung, keluar dari kotak kepercayaan, dan buka semua mata buat baca ini Novel**

Mulai dari kepercayaan di masyarakat akan “Orang Pintar”, “penilaian seseorang hanya berdasar penampilan”, hingga “sangat mudahnya masyarakat kita tersulut api perpercahan karena bara perbedaan” menjadi kisah-kisah kecil untuk menguatkan tujuan penulis untuk meyakinkan pembaca bahwa hal-hal itu salah. Cukup salut untuk Ben Sohib, yang bisa menuangkan semua itu kedalam kejadian-kejadian lucu, walau ternyata malah membuat beberapa resensi di Internet hanya melihatnya dari sisi lelucon.

Mungkin sudah menjadi penyakit bagi seorang penulis, sangat sulit membuat sebuah akhir cerita yang sempurna, sesempurna kehidupan nyata. Hal ini yang juga Gw liat terjadi pada diri Ben Sohib, Baik di “The da Peci Code” atau pun “Rosid & Delia”. Kisah penutupan seakan terlalu dipaksakan, keluarnya Ustadz Abu Hanif, ayah mehdi – sahabat rosid di sanggar banjir kiriman, tempat mereka sering berdebat tentang filosofi hidup terlepas dari kekangan perbedaan- menjadi penutup yang aneh. Rosid yang sangat kuat pendiriannya, tiba-tiba terluluhkan hanya karena kata-kata Abu Hanif, tanpa ia mengeluarkan perlawanan. Kalo Gw bilang, si Ustadz Abu Hanif ini mewakili pemikiran penulis si Ben Sohib, mewakili tujuan Novel ini, mewakili keyakinannya yang coba disampaikan kepada pembaca.

Penasaran sama bukunya? Masih dijual di toko-toko buku loh **Palinggak sampe minggu kemaren, Gw masih liat di Gramedia, dengan cover baru**. Di Toko buku online juga ada loh, misal di Bukukita.com, Novel “The Da Peci Code” bisa didapet dengan harga Rp. 27.920. Kalo beli di BukuKita.com bisa COD (Cash On Delivery atau Bayar pas dikirim) buat daerah Jabodetabek. Oh iya perlu dicatet, “Gw bukan lagi ikut lomba di bukukita.com loh”.

OK.. Selamat membaca bukunya.

Posted in Buku, Review | Tagged , | 4 Comments

Ice Age : Film Komedi Aja Penuh Makna

“Ice age dah ada di pevil”

“Gw malem ini nonton jam 11“

Dua baris chat yang muncul sekitar pukul delapan malam kemaren (Walau masih satu malam tapi kan dah ganti Hari), Tepat setelah Gw balik Isya, temen Gw memberi kabar gembira (iya gak ya?). Mba Meyli, yang 2 bulan kemaren telah meninggalkan kami waktu mo nonton “Night At Museum” (huh pengkhianat) dia yang telah memberi kabar itu, katanya sih dia mo nonton ama keluarga2nya.

Kecewa dengan dua film terakhir yang Gw tonton di Bioskop, bikin sedikit ragu2. Tetapi “Ice Age” adalah satu dari beberapa Film yang emang Gw tunggu, termasuk nanti “GI Joe” ama “Aliens in the Attic”. Walhasil walau gak ada temen, Musti midnight dan gak ada kendaraan, Gw paksain buat nontonnya **Lagi pula, itung2 survey, Gw mo Ajak ponakan nonton nih film soalnya, cuma musti difilter dulu kan?**.

Jam sembilanan Gw cabut, beli tiket **Gak satu jalur sama mba meyli, soalnya dia dah beli duluan** dan Gw nunggu waktu mulai **Jam 11 Oi** sambil baca2, liat2 buku di Gramedia **Gak seru gramed di PV, gak lengkap kecewa ah**. Syukur bangat malam itu Gw gak bawa Cash yang berlebih, n juga di PV gak ada ATM, walhasil No buku yang Gw beli **cuma Film Buat wanti2 kalo Ice Age Gak seru**.

Dari pada Gw banyak bahas hal2 diluar film ini, Mending langsung aja bahas filmnya ah….

Secuil (aja) Tentang “Ice Age: Dawn of the Dinosaurs”

“Ice Age: Dawn of the Dinosaurs” adalah film yang mulai beredar di Indonesia sejak tanggal 1 Juli 2009 (Sesuai info www.imdb.com loh), Make suara-suaranya:

  • John Leguizamo … Sid

  • Denis Leary … Diego

  • Ray Romano … Manny

  • Josh Peck … Eddie

  • Queen Latifah … Ellie

  • Simon Pegg … Buck

Ice Age, seperti 2 cerita sebelumnya, selalu mengisahkan tentang petualangan dan penyelamatan yang dilakuin oleh sekelompok Hewan-hewan di Jaman Es. Kali ini, cerita dimulai dari gejolak perpecahan yang timbul dalam kelompok itu. Manny yang udah maried ama Ellie dan sekarang lagi nunggu seorang anak bikin si Manny jadi sensitif dan kurang bijak sana (Padahal dari film pertama Gw pikir si Mamoth ini tokoh yg mewakili sifat bijaksana). Si Diego macan yang udah mulai ketuan dan mulai kehilangan kemampuannya berburu **Karena tinggal ma temen2nya itu dia jadi gak pernah berburu lagi** mau Cabut dari kelompok itu, dan dengan kesensitifan Manny, pergilah diego.

Sid, seperti biasa, selalu jadi orang terbuang. Sid yang Gw anggap sebagai Ikon sifat kesetia kawanan, kepolosan, kejujuran, juga kebodohan ini Ditinggal Manny yang pergi sama Elllie istrinya, juga ditinggal Diego dengan ambisi petualangnya. Gak disengaja sid nemu telor Dino dari dalem tanah, eh dalem es **kan jaman es**. Dengan Rasa ingin berkeluarganya **Punya anak** dia niat melihara ketiga telur itu. Nah Ini Dia **Aduh kayak kolom dikoran pojok kanan bawah** pangkal masalah dari cerita ini.

Ibu dari ketiga telur itu naek kepermukaan dan mengambil kembali anak2nya **Juga Sid** dan dibawa ke dalem Es. Seperti biasa deh, namanya juga film, sekumpulan sahabat itupun pergi nyelamatin si Sid, tapi kali ini plus satu dan bakal satu (Jah apa ini) kan si Ellie istri manny ikut juga, bareng sijabang bayi yg blom keluar (oh). Singkat cerita mereka nemu sebuah dunia yang gak terselimuti es, dimana isinya itu semuanya dinosaurus yang dianggap udah punah.

Kalah Ukuran, jumlah, dan pengetahuan, kelompok itu pun jadi bulan2an teror Dino. Tetapi untungnya ada Buck, sejenis musang, yang juga terjerumus di dunia itu bertahun2 lamanya **Dia dah kayak Tarzan gitu deh**. Buck selalu nyelamatin kawanan itu dengan pengetahuan, keahlian dan pengalamannya. Tetapi bukan Ice Age kalo isinya tokoh-tokoh waras, si Buck juga RaGil (aka Rada Gila Wakakaka). Maklum mungkin karena sudah terlalu lama hidup sendiri, dan selalu berjuang untuk hidup dari bahaya2 besar yang mengancamnya.

Segala aksi menawan yang aneh, gokil, ajaib, atau apa aja dah, semua keluar… Mencoba mengocok-ngocok isi perut Gw supaya ikut keluar **Untung Gw punya filter tenggorokan**. Beragam kisah atau cerita kepahlawanan juga muncul disini, kayak waktu anaknya si Manny mo lahir, wedew si Diego yang tadinya berpikir itu bukan keluarganya, dan juga berpikir kalo dia udah kehilangan keahliannya jadi berani, kuat, keukeuh, mempertahankan ellie dari serangan Dino.

Selain itu, kisah romantispun banyak terjadi, semisal kisah si Scrat, tupai yang ngejar2 kenari itu loh. Akhirnya dia nemu lawan jenis yang bisa ngalahin ambisinya terhadap si kenari. Ada juga kisah-kisah pertemanan atau persahabatan yang muncul di film ini.

Pokoknya akhirnya si Sid terselamatkan, tapi ternyata ancaman nyata bukan dateng dari ibu si telor Dino. Tetapi dari “Rudy” Dino laen yang lebih besar, kalo dilihat dari tampangnya, Rudy bisa dibilang termasuk Suchomimus **Muka buaya**. Rudy ini yang bikin si Buck matanya buta satu **Eh Gw blom cerita ya, kalo si Buck matanya buta satu?**. Pertarungan antara Buck dan Rudy yang berlangsung dulu bangat itu, nyebabin si Rudy kehilangan satu Gigi, yang dijadiin pedang ama Buck.

Rudy kalah, dengan terjatuh kelembah yang dalem bangat, Hal ini bikin Buck kehilangan tujuan hidup **Kan Tujuan hidupnya dia itu ngelawan musuhnya, yang cuma si rudy**. Satu lagi kisah persahabatan, sekelompok sahabat yang gila2 tadi itupun mengajak si Buck buat naek keluar dari lembah dino itu. Tapi diperjalanan keluar, terdengar suara eraman Rudy yang menandakan dia masih hidup. Darah Buck bergolak, niat keluar di tahannya dan dia kembali kelembah dino, dengan menghancurkan jalan masuk kedalam biar besok2 gak ada yg bisa ke lembah dino lagi.

Kelebihan-Kekurangan “Ice Age: Dawn of the Dinosaurs” (Menurut
Gw
aja)

Salut buat film ini, sebuah film komedi tapi penuh makna. Sebuah film komedi yang memadukan komedi situasi ama komedi berpikir. Buat para bocah yang males mikir, atau penmgetahuan yang blom banyak, disedian adegan-adegan lucu yang berdaasar kejadian **Komedi situasi**. Buat yang mo sedikit muter otak, or punya pengetahuan sedikit lebih, bakal nemuin lelucon lelucon lain yang tersembunyi.

Seperti waktu Buck nyelamatin Mannny ama diego yang di telen Bunga pemakan daging, dibuat kayak seorang polisi jaman sekarang yang lagi mo jinakin Bom, musti mutusin kabel merah or Biru. Atau saat Buck mo nyelamatin Sid, dengan naek pterodon, Suara burung2 itu berubah jadi suara Pesawat-pesawat tempur. Yang terkahir ini bikin Gw senyum-senyum aja, soalnya gak ada yg ketawa :(

Makna, Hikmah dan pelajaran (Yang Gw Terbit) dari “Ice Age: Dawn of the Dinosaurs”

Ok.. Ok.. mari sedikit kita inget-inget lagi filmnya (Kita? Lu kali gan, yang mulai lupa kan Lu doang). Ice Age kali ini secara garis besar Gw pahamin sebagai kisah yang menceritakan hubungan antara Keluarga, dan persahabatan. Adakalanya harus diambil pilihan antara memilih keluarga atau sahabat, pilihan sulit emang tapi ya… namanya juga film, ada aja jalan keluarnya **Andai dunia kayak gini ya**.

Terkadang persahabatan harus terkalahkan oleh urusan keluarga, Kayak waktu Ellie mau ngelahirin, si Manny gak ikut nyelamatin si Sid, karena musti nyelamatin si Elli yang lagi terancam oleh dino laen. Tentu aja hal ini setelah pertimbangan laen, karena ada Buck yang masih bisa nyelamatin si Sid. So.. itu bukan Keputusan singkat, kilat berdasar ingin doang.

Tapi terkadang keluargapun **Atau urusan/ego pribadi kalo Gw perluas** harus mengalah untuk persahabat. Kayak waktu si Elli milih ikut nyelamatin Sid, soalnya gak mungkin si Manny nyelamatin sendiri, atau Diego yang tiba2 juga ikut nyelamatin Sid. Padahal dia udah bilang mo balik ke kawanannya.

Kalo ngelihat Buck yang merasa kehilangan bangat waktu si Rudy jatuh. Gw jadi inget kata2 orang **Gw lupa sapa yang ngomong** “teman yang paling setia itu ya musuh sejati kita” (loh Kok?). Karena seorang musuh sejati, selalu mengawasi langkah kita, selalu memikirkan kita, selalu nasehatin kita (Pake hinaan, cercaan, dan laen2). Mungkin ini yang dirasain si Buck, kehilangan musuh yang juga temannya.

Apa lagi ya? Nonton aja sendiri ya :D . Kalo gak bisa dibioskop, Koleksi CD/DVDnya juga gak rugi kok.

Dah ah.. segitu aja dulu.

Posted in Film, Review | Tagged , | 12 Comments

KING : Si Raja Gledek yang berlebihan.

Kamis 2 Juli 2009, 4 bujang staff bid. Algor (Gw, Wildan, Ikhsan ma Bang Yudz) Nonton lagi. Kali ini gak bakal keabisan karcis lagi (Dah 3 kali mo nonton keabisan karcis mulu **HUH**), soalnya dah beli dari siang :D . KING, sebuah pilem Indonesia tentang bulu tangkis, itu pilem yang beruntung kami tonton hari ini.

Sebetulnya Gw gak terlalu semangat kali ini, selain setelah kekecewaan pada film terakhir yg Gw tonton, juga karena sebetulnya Gw memang gak niat nonton film KING. Apa yang bisa Gw harapin dari sebuah film Indonesia? Terlebih bukan film komedi. Mengharap efek yang bagus? Cerita yang menantang? Akting yang menawan? Ah… mungkin memang harus mimpi. **Gila pesimis bangat Gw**.

Dibalik kekurangannya, pilem ini memberikan banyak hikmah buat yang nonton. Mulai dari sikap Patriotisme, Nasionalisme, Persahabatan, Rendah Diri, sampai Cinta Kasih seorang Bapak Kepada anaknya **Sumpah yang terakhir ini paling kena buat Gw**. Gemana kisah dari KING? Mari kita bahas…

Sekilas (aja) Tentang “KING”

“KING” adalah film yang mulai beredar di Indonesia sejak tanggal 29 Juni 2009 (Kalo Gak salah loh, Soalnya Gw dapet Info dari RSSnya 21cineplex tanggal segitu sih :p), yang dimaenin ama:

  • Rangga Raditya..Guntur

  • Lucky Martin…

  • Surya Saputra…Raino

  • Mamiek Prakoso…Bapaknya Guntur

  • Ariyo Wahab

  • Wulan Guritno

  • Argo “aa Jimmy”

Pilem ini buka berisi kisahnyatanya si Lim Swie King, tapi berisi semangat, Nasionalisme dan perjuangannya Lim Swie King yang hadir di dalam kehidupan seorang bocah SD. Guntur yang punya bapak penggila Bulu tangkis ini, sangat tertarik dengan Lim Swie King, yang ketertarikannya itu ketularan bapaknya.

Guntur selalu diadu sama pemain bulu tangkis yang jauh lebih besar dari dirinya, dan dengan raket kayu bengkoknya. Jelas pertandingan seperti itu sangat mudah ditebak hasilnya, Si Guntur kalah. Sebagai seorang penggemar bulutangkis, bapaknya Guntur gak terima kalo anaknya kalah. Maka si Guntur di hukum fisik, supaya lebih kuat lagi, supaya bisa menang.

Singkat Cerita, siguntur ikut pertandingan bulutangkis dikelurahan **atau sekolah ya, hmm.. Gw lupa :p**, untuk itu dia butuh sebuah raket **beneran bukan kayu** buat maen biar menang. Gunturpun berani menantang Raino kembali, dengan syarat kalo dia menang maka dia boleh minjem raketnya, tapi teteup.. kalah. Lagi2 si Bapaknya Guntur marah, kalo sudah tahu kalah ngapain menantang segala, tetapi setelah tau alasannya pun dia terdiam.

Dengan bingungnya si Guntur menunggu dilapangan untuk mulai pertandingan dengan raket kayunya, tapi beberapa detik sebelum mulai, si Raden bawa raketnya si Raino. Ternyata si Raino mau minjemin tuh raket. Berbekal raket itu guntur berhasil menang, tapi senar raketnya putus. Guntur dan Radenpun mencari akal untuk memperbaikinya **Tapi setiap adegan, kisah, or jalan ceritanya terkesan berlebihan buat Gw, Lebay..**

Ahhh… Gw bete nih… Lagi gak punya sense nulis, lagi males nulis, lagi…. Arrgghhh udah ah ceritanya Gw singkat2 aja ya.. Pokoknya ntar ketauan kalo yg minjem tuh raket ternyata bapaknya Guntur, dengan menggadai Tv-nya. Terus si Guntur menang, tapi ternyata gak ada duit di piala. Dia ngambek gak mau maen bulutangkis lagi, sampe berantem sama bapaknya, terus diem-dieman.

Nanti si Guntur ikut Klub, atas bantuan Guntur ma Michele (Ini temen barunya yang baru pindahan) di tempat kerja bapaknya. Sampe akhirnya dia ikut seleksi buat dilatih di kudus, dengan perjuangannya dan bantuan semua orang disekelilingnya **yang kadang gak disadarinya** dia nanti berhasil masuk pusat latihan bulutangkis djarum di Kudus.

Pokoknya gitu dah… Nonton aja..

Kelebihan-Kekurangan KING (Menurut Gw)

Satu kelebihan dari pilem ini yang menarik perhatian Gw ma Bang Yudz: Kawah Ijen Keren :bd. Lalu kekurangannya? Ah… Gw lagi males bahasnya, gak tau kenapa tiba2 semua kata gak bisa keluar.. tonton aja ya..

Makna, Hikmah dan pelajaran (Yang Gw ketahui) dari KING

Ok.. kali ini sedikit serius (kan dah terakhir), KING menceritakan tentang impian besar yang walau gak masuk logika untuk diraih tapi tetap bisa diraih kalo kita memperjuangkannya dan mendapat bantuan, sokongan, semangat, atau sekedar do’a dari kawan2 kita. Jadi jangan lupa Keep Fighting Guys, Girls…

Gw juga mendapat satu lagi bahan renungan, betapa seorang ayah sayang akan anaknya, keras memang didikannya, kasar memang kata2nya tapi semua demi kita. Segalanya dikorbankan, gak peduli badannya lelah, keringat mengering, tulang2 melemah, harta benda terjual, tapi dia tetap berjuang demi anaknya.. Ah.. Bapak.. perjuanganmu, baik yang Gw tahu atau Gak Gw tahu sangat berjasa buat Gw.. Pliss maafin anakmu ini yang nakal. **Gila Curcol lagi Gw, Gapapa ya.. ini kan DRY-nya (The Day of repeated Year) Bokap Gw** Dah ah.. kebanyakan nulis, lama-lama Gw nelpon Bokap Juga nih…

Posted in Film, Review | Tagged , | Leave a comment

Ditarik Ke Neraka, Padahal mau Ke museum.

Lagi… Hari Kamis 4 Juni 2009, Gw dan beberapa temen sekantor merencanakan buat No Bar (Lagi?), kali ini tantangan dateng dari mba mey (lagi?) yang ngajakin nonton (Mungkin karena kemaren yg terminator dia gak ikut kali ya?). Sebetulnya dia ngajakin nonton hari Rabu, tapi berhubung banyak yg gak bisa, diundur satu hari. Gw langsung mengiyakan karena dapet Info kalo yg ikut lumayan banyak Seperti Bang yudis, Ikhsan, Wildan, Mba Mey (Sekeluarga), dan beberapa orang di luar ruangan Gw. Singkat cerita, Night at Museum dipilih jadi korban bulan ini, dan lagi-lagi Pejaten Village jadi ladangnya.

Singkat cerita, beberapa jam sebelum jalan Gw dapet kabar, ternyata bangYudis gak bisa ikut karena kuliah, ikhsan sakit.. Ah.. makin berkurang. “Niat Terucap pantang dijilat” Ok mari lanjut kita nonton. Dalam perjalanan akhirnya Gw, Wildan, ama ariyadi jalan naek busway. Sedangkan Mba Mey jalan dari rumah bareng suami anak2 dan mungkin pembatunya :D . Sebetulnya ada satu lagi, Amrizal yang janji ikut, tapi Hpnya gak bisa di hubungi Chattingnya Gak dijawab (Gila… Gw D’Javu… Kayaknya pernah ngalamin yg kayak gini), ya.. udah kita tinggalin.

Gw gak tau, ada apa dengan rencana nonton hari itu, ada aja halangannya. Setelah beberapa prajurit gugur sebelum berperang, kali ini kami (Gw, Wildan ma Ariyadi) salah naek TiJE (Jah.. padahal diragunan cuma ada 1 jurusan TiJe), kami naek TiJe (Mungkin lu familiarnya Busway) yang gak berhenti di halte Pejaten, dan berhenti lagi di Mampang (Kalo orang2 nyebutnya Express). Bah.. Dalem perjalanan, dapet kabar pula kalo mba mey Gak bisa ikut juga (Halah Provokatornya melarikan diri), selain itu, karena Gw n Ariyadi lagi shaum, terpaksa Cari Setetes air buat membuka hari, karena panggilan illahi sudah terdengar.

Sampe di Kampung Pejaten, jam sudah nunjuk jam 6.20 WHT (Waktu Halte TiJe). Sebagai hamba yg penakut, kami segera lari ke kamar dilantai bawah mall PV. Sebuah mushalla yg sangat indah, tertata rapi, harum (gak bau apek), dan indah, menyambut kami untuk ngapel sang Kekasih (aamiin). Ini lah salah satu alasan utama kenapa Pejaten Village jadi tempat favorite kami no Bar (tanpa Batang (eh) Nonton Bareng). Mall dengan Sebuah mushalah yang memang niat didirikan untuk shalat, tempat shalat cowo, ama cewe aja dipisah, jadi yang wanita gak perlu membuka aurat pas wudhu (ah.. Gw jadi pengin nulis pujian khusus buat Pejaten Village).

Terbatas waktu yang sudah mulai mepet (sayang kayaknya gak sempet), kami bertiga (Akhirnya emang cuma bertiga yg nonton) memutuskan buat nonton jadwal terakhir aja (midnight.. gitu dah), dan Film yg dipilih pun berubah jadi “Drag Me To Hell”. Ngobrol sembari makan di Balkon Kampung Pejaten, kami baru sadar kalau malam ini juga malam jum’at, dan Gak ada satu pun diantara kami yg bawa kendaraan (Waduh… lengkap amat ya?). Sudah pasti, buat yg lebay, Gelaphobia, mala jum’at phobia, atau sekedar lemah iman pasti gak mau nonton deh… Ahhh… Gw jadi Ngelantur, Udah ah.. langsung ke pembahasan Filmnya aja (Jah.. terserah, kan lu yg nulis..).

Sekilas (aja) Tentang Neraka (“Drag Me To Hell”)
Drag Me To Hell” adalah film yang mulai beredar di Indonesia sejak tanggal 3 Juni 2009, yang dimaenin oleh Alison Lohman sebagai Christine Brown yang kena kutuk di film ini. Pemeran Lainnya:

  • Justin Long … Clay Dalton
  • Lorna Raver … Mrs. Ganush
  • Dileep Rao … Rham Jas
  • David Paymer … Mr. Jacks
  • Adriana Barraza … Shaun San Dena

Drag Me To Hell merupakan cerita horor, yang penuh komedi (paling gak menurut Gw n Wildan). Jadi pas bangat kan: Midnight, Malem Jum’at, Horor, Ada yang meninggal di deket Kos-an Gw pula (Jah… Mulai Curcol ROFL). Ceritanya si Christine menolak perpanjangan/penagguhan kredit seorang nenek2 gipsi (namanya Ganush), karena: dia lagi dalam persaingan dengan rekan sekerja memperebutkan kursi Asisten Manager, dan si Nenek (Ganush) sudah dua kali mendapat keringanan. Merasa gak punya pilihan lain, sinenek pun memohon ke Christine (ampe sujud ma nyiumin celananya christine) supaya diberi keringanan, tapi christine malah ketakutan dan menjauh sampe si nenek jatuh tersungkur dilantai. Merasa dipermalukan sinenek pun menaruh dendam ke Christine. Kata-kata si Nenek ganush yang bikin gw berpendapat tentang kenapa dia dendam sama Christine adalah:

“I beg and you shame me?”

Adegan di saat nenek itu meminta keringanan sungguh bikin Gw ketawa, Kelakuan sinenek yang ngelepas gigi palsunya buat makan permen, ngutil permen dimeja, dll itu bikin ngakak. Tapi si Ariadi malah Geli aka. Jijik Ngeliat adegan itu (Ah.. lebay dia).

Karena dendamnya itu si nenek lalu mencoba menggangu si Christine di parkiran. Singkat cerita (Disini sebetulnya banyak cerita lucu loh… nonton aja), Tuh nenek berhasil motek/nyopot kancing si Christine dan mengutuk Christine dengan iblis LaaMiiAaa (Lah? Mia? Kenapa Gak Susi, atau alan?). Inilah mulainya si Christine dihantui si Lamia ini. Lamia disini beda sama iblis dari yunani, lamia disini iblis yang mirip kambing, yang bakal ngambil/Narik jiwa orang dalam 3 hari untuk dibawa keneraka.

Cerita film ini memakai taktik yang sama buat menarik perhatian penonton, yaitu permainan suara dan adegan tiba-tiba. Sebetulnya Gw kurang suka ngeliat film kayak gini, tapi adegan2 aneh yang terjadi disaat tegang2nya (Tegang?) bikin Gw sedikit terhibur, dan kagak jadi menenyesel (kalo kata bang bens) nonton pilem ini. Adegannya apa aja? Wakakakakaka Gw dilarang cerita, soalnya pilemnya baru mulai… Kasihan si pembuat :D (Penasaran? Penasaran? Penasaran?) Nonton aja dah… dijamin lu ketawa dalam ketakutan…

Singkat cerita si Christine ketemu Shaun San Dena peramal yg mau ngalahin si Lamia ini, tapi karena ini film (jah…) si Lamia gak kalah, dia cuma kabur untuk sesaat, dan si Shaun San Dena Mati (Gw gak tau kenapa.. Gak jelas). Nah disini si Rham Jas, peramal yg nolongin Christine dari awal, nyaranin supaya kancing itu diserahin keorang lain supaya kutukannya pindah (ahhh… cerita Klise).

Seperti cerita-cerita (aka Film) horor, endingnya pasti aneh (yang sebetulnya udah Gw duga :D ). Kancing yang dikutuk mau diserahin ke Ganush (yang udah mati, kata Ram jas tetep bisa biar udah mati juga), ternyata gak berhasil. Kancing yg dimasukin keamplop itu ternyata udah ketuker ama amplopnya si Clay Dalton pacarnya Christine, sewaktu Mobil Clay berhenti mendadak, dan amplopnya jatuh berceceran (Ah… lagi-lagi Klise). Yah… akhirnya (ending pilemnya nih) si Christine tetep aja di tarik ke neraka.

Kelebihan-Kekurangan Ditarik Ke Neraka (Menurut Gw)
Dari sebelum nonton, Gw dah mempersiapkan jiwa raga dan mental untuk mendapat filem horor Klise yang penuh adegan mendadag dan suara mengagetkan, jadi Gw gak coba menganalisa film ini, just follow the flow. Ceritanya klasik, jadi buat yg suka film horor yang penuh misteri
da
n intrik, tolong jangan nonton ini, tapi kalo cuma buat hiburan boleh lah….

Kelebihan dari pilem ini adalah kepandaian memadukan kisah-kisah, adegan-adegan, dan katak-kata lucu ditengah2 adegan horor, tanpa harus memaksa penonton tertawa (Soalnya Adegan lucu ini cuma sekelibat2 jadi kalo gak diperhatiin gak bakal sadar). Oh iya… tolong siapin jantung kalo mau nonton di Bioskop, Soalnya mungkin aja orang disebelahlu bakal loncat2an waktu adegan/suara mengagetkan hadir dilayar putih. Dan itu bisa bikin lu kaget, gw baru ngerasaain dan baru sadar… kenapa wildan gak mau duduk disebelah ariyadi :(

Makna, Hikmah dan pelajaran Ditarik Ke Neraka (Menurut Gw)
Ada dua hal yang bisa Gw ambil dari filem ini, yaitu jangan terlalu mengejar duniawi, karena terkadang hal2 duniawi bakal ngebawa kita ke hal2 buruk di akhirat nanti. Gw dapet ini setelah memperhatikan sebab2 kenapa si Christine mau mengambil keputusan penolakan keringanan kredit si nenek Ganush, yaitu untuk mengambil hati si Jack, bosnya, supaya bisa diangkat jadi asisten Manajer, soalnya dia lagi rebutan kursi asisten manajer di perusahaannya kerja.

Hal yang kedua adalah, kejujuran **Seberapapun pahit, keras dan menyakitkan** bakal ngebawa lu ke keadaan yg lebih menyenangkan, Gw pahami ini sewaktu si Christine ketemu ibunya si Clay (Yang sebetulnya gak setuju kalo clay jadian ma Christine), juga saat si Christine mengakui perbuatannya (Ke Clay) yg nolak keringanan kredit si Nenek ganush, walau sebetulnya dia masih bisa ngasih… Ah… Memang indah sebuah kejujuran itu, tapi memang sulit buat mengucapkannya. Apakah kita sudah Jujur? Terutama terhadap diri sendiri?

Posted in Film, Review | Tagged , | 4 Comments